Jika kita datang ke restoran dan melihat buku menu, umumnya kita akan melihat foto makanan yang terlihat menarik untuk disantap. Begitu halnya pada saat kita melihat iklan atau promosi makanan dari berbagai brand yang menggugah selera. Ini merupakan salah satu contoh dari food photography.
Food photography merupakan salah satu jenis fotografi yang berfokus pada makanan. Penggunaan sosial media dan marketing secara digital semakin meningkatkan kebutuhan akan fotografi makanan yang menarik bagi siapa saja yang melihatnya. Namun, food photography tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Diperlukan sejumlah unsur dan elemen yang diperhatikan agar hasilnya menjadi lebih menarik.
Apa saja yang perlu diperhatikan dalam Food Photography?
- Komposisi Makanan
Komposisi meliputi banyaknya porsi dan warna dalam makanan yang disajikan. Sediakan porsi makanan yang pas, tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak. Komposisi warna juga perlu diperhatikan karena akan berpengaruh pada bagaimana hasil fotonya nanti. Jangan sampai warna makanan terlihat pucat atau terganggu oleh warna latar. - Pencahayaan
Kita tentunya tidak ingin hasil foto kita nanti terlihat gelap atau terlalu terang sampai berbayang bukan? Maka dari itu, pencahayaan merupakan elemen yang penting. Kita bisa memanfaatkan cahaya matahari untuk mendapatkan foto yang terlihat natural. Apabila tidak cukup banyak cahaya seperti di dalam ruangan, kita bisa menggunakan lampu untuk menghilight makanan ataupun menggunakan konsep dark photography yang terlihat elegan. - Angle
Ambil beberapa angle yang membuat makanan terlihat menarik. Terdapat beberapa angle yang bisa digunakan dalam food photography, seperti dari atas, depan, close up, dan juga action. Makanan yang disajikan menggunakan piring seperti nasi atau pizza cocok menggunakan angle dari atas untuk memperlihatkan keseluruhan makanan, sedangkan makanan yang tebal seperti kue atau burger cocok menggunakan angle dari depan untuk memperlihatkan komposisi dari makanan tersebut. - Plating
Tampilan makanan dapat memberikan impresi tersendiri pada saat dilihat, walaupun belum disantap. Plating meliputi komposisi makanan, warna, garnish, hingga piring yang digunakan. Plating dapat disesuaikan, misalnya jika kita ingin makanan yang minimalis, bisa menggunakan porsi yang lebih sedikit dan garnish di atas atau sampingnya. Sedangkan jika ingin memberikan kesan yang mewah, bisa menata beberapa elemen di dalam makanan yang membuat lebih meriah. - Properti
Penggunaan properti dapat meningkatkan suasana dalam foto yang sedang diambil. Apabila tema makanan bersifat seasonal, seperti pada saat hari raya natal, imlek, lebaran, dan lain-lain, kita bisa menggunakan properti yang berkaitan dengan hari-hari tersebut.
Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam food photography. Hal-hal tersebut dapat menghilight makanan yang difoto dan meningkatkan koneksi pada saat melihatnya.
Apabila kamu ingin menaikkan level foto makanan untuk keperluan bisnismu, kamu bisa menggunakan jasa Food Photography dari Lens Projects! Kami akan datang ke tempatmu untuk melakukan sesi foto atau kamu juga mengirimkan makanan dan LensTeam akan mengerjakan semuanya. Hanya perlu duduk manis, terima beres, dan mendapat hasil foto yang ciamik.
Tunggu apa lagi? Sudah siap elevate your business? Hubungi kami dan dapatkan konsultasi gratis!